Cara Budidaya Tanaman Jahe Dalam Polybag

123456Banyak orang yang mencari-cari tentang bagaimana Cara Budidaya Tanaman Jahe dalam Polybag di Google. Tak heran di era serba digital ini sudah banyak Informasi yang sudah tersebar di dunia Internet. Dulu kita hanya melihat info di buku dan dari guru-guru yang sudah berpengalaman, tapi sekarang segala informasi sudah jauh lebih mudah dan Transparan di Artikel-artikel yang di tulis.

Salah satunya adalah yang saya Jelaskan di Artikel ini mengenai Cara Budidaya Tanaman Jahe dalam Polybag. Untuk membudidayakan Jahe anda tidak perlu memiliki lahan yang luas dan langsung ke tanah. Anda bisa menggunakan Polybag atau sebuah karung bekas untuk menanam Jahe tersebut. Kita bisa membudidayakan Jahe secara Intensif dengan lahan yang seadanya saja, bahkan bisa di pekarangan rumah kita, namun Tingkat Produktivitasnya sangat tinggi. Berikut kita akan menjelaskan Proses dari Pembudidayaan Jahe.

Proses Pembibitan Jahe
Di dalam Proses ini, kita mulai dengan Proses pemilihan benih dan benih untuk bibit jahe ini di ambil dari rimpangnya. Kita perlu perhatikan Rimpang untuk menjadi benih Jahe yang baik, yaitu Rimpang yang tidak disimpan terlalu lama alias masih segar, Sehat, Ukurannya normal atau besar, tidak ada kecacatan. Sebaiknya rimpang untuk Benih jahe ini di ambil dari Kebun Petani, Bukan dari Pasar Konsumsi. Kemudian Rimpang yang telah anda peroleh di sortir dan di pilih sesuai keriteria yang tadi disebutkan.

Jika anda mengkhawatirkan serangan dari jamur, anda bisa merendam benih ini terlebih dahulu di larutan Fungisida, contohnya Dithane M-45 sekitar 15 menit. Atau bisa cukup anda rendam atau basahi dengan air, lalu letakkan di tampah atau nyiru, dan tempatkan di tempat yang lembab supaya berkecambah. Kontrol setiap hari benih tersebut dan siram dengan air jika terlalu kering, supaya kelembaban terjaga. Lalu Benih akan mulai berkecambah sekitar 2 minggu.

*Anda membutuhkan polybag untuk budidaya tanaman jahe, karet, kelapa sawit? silahkan klik DISINI

Proses Penyemaian Bibit Jahe
Selama Proses Benih menjadi Kecambah, kita bisa memanfaatkan waktu dengan menyiapkan tempat untu persemaian yaitu dengan Petak ukuran 1 x 2 m dengan dibatasi dengan batubata lalu diisi dengan Pasir dan Pupuk yang organik. Untuk tempat persemaian di usahakan berada di tempat yang tidak terkena hujan dan sinar matahari secara langsung. Kemudian di tempat tersebut, benih yang sudah berkecambah tadi kita tanam di kedalaman kira-kira 4-5 cm.

Biasanya Benih tersebut mulai tumbuh menjadi tanaman muda sekitar 2 – 4 Minggu. Setelah tumbuh mencapai 10 cm, Bibit bisa anda ambil atau potong dari rimpangnya lalu di tanam ke media karung atau Polybag yang sudah di siapkan. Rimpang yang tersisa bisa anda tanam kembali pada persemaian, supaya tumbuh bibit yang lain. Biasanya satu buah rimpang bisa menumbuhkan 2-4 bibit.

Proses penanaman Bibit Jahe
Untuk melakukan penanaman bibit jahe dengan media Polybag atau karung kita harus hati-hati. Lakukanlah dengan membuat lubang sebesar ukuran pangkal bibit, lalu anda masukkan bibit Jahe tersebut ke dalam Lubang tanam. Dan tutup dengan media atau tanah yang ada di sekitarnya dan padatkan.

Setelah sudah dilakukan itu semua, Media dan Bibit itu harus disiram dengan air bersih supaya tanaman Jahe tersebut mendapatkan cukup air dan kontak dengan media. Setelah itu yang perlu di ingat, tanaman Jahe tersebut jangan langsung di tempatkan di ruang terbuka yang dimana Tanaman langsung terkena teriknya sinar matahari, bisa anda buat Green House yang atapnya terbuat dari Pelindung Plastik misalnya, sampai umur tanaman mencapai 2,5 bulan.

Proses Pemeliharaan Tanaman Jahe
Untuk merawat atau memelihara tanaman jahe di dalam Karung atau Polybag cukup mudah, anda perlu melakukan beberapa hal berikut :
• Penyiraman Jahe, Lakukan tiap hari, sebaiknya pada sore hari terutama di saat tidak hujan. Penyiraman bisa dihentikan apabila tanaman jahe mulai memasuki Fase Pengeringan atau Senecense saat tua dan mendekati panen.
• Penyiangan dan Penggemburan, Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu di siangi agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama pada saat 4 bulan pertama, yang dimana tanaman jahe belum terlalu rimbun. Selain penyiangan, media tana mini perlu juga digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan ini untuk menyediakan media tumbuh yang baik pada akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara di dalam media tanam.
• Pemupukan, Pemupukan ini dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan Pupuk organic di dalam media tanam atau tanah. Jumlah pupuk yang diberikan sesuai dengan besarnya media yang digunakan, Sekitar 1/5 ukuran polybag atau karung yang digunakan. Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.
Begitulah sekilas mengenai Cara Budidaya Jahe dengan menggunakan Polybag. Semoga artikel ini bisa membawa manfaat untuk anda semua. Good luck!

*Baca juga Membudidayakan Sengon/Albasia

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Polybag dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s